Solo Travel ke Semarang: 6 Jam Ngapain Aja? (PART 1)


"Pak, kalau mau ke Lawang Sewu, turun mana ya?" tanya saya ke kernet bus.

Setelah 6 jam perjalanan darat dari Cirebon, akhirnya sampai juga! Ini sangat diluar dugaan, tidak banyak bus ke Semarang dari Cirebon, sekalinya ada, lama banget nggak lewat tol *menangis*. Sekadar informasi, saya naik armada dari PO Coyo dengan harga tiket 75.000 (per 9 Nov 2019).


Terminal Harjamukti - Cirebon


Selama perjalanan, saya harus rombak total itinerary. Dari yang awalnya perkiraan siang udah tiba, eh malah sore dan dari 5 tempat yang saya berencana untuk kunjungi, jadi tiga! Memang, selalu ada kejutan setiap kali kita mengunjungi tempat baru.

1. Lawang Sewu

Fokus saya selama di Semarang adalah Lawang Sewu, sehingga tidak heran, tempat ini jadi jujukan pertama saya alias gak sabar mau hunting foto.
Saya memutuskan menggunakan ojek online dari drop off point agar lebih cepat, selain itu juga bus Trans Semarang (BRT) hanya beroperasi hingga pukul 3 sore (CMIIW). Jangan tanya saya kenapa, mungkin karena mobilitas kota ini tidak sebesar kota-kota lain.

Saat sedang enak-enak keliling, tiba-tiba saya melihat banyak anak kucing mengitari saya. Bingung, siapa orang pelihara kucing di tempat wisata. Gak lama, ada bapak-bapak muncul bawa sapu. Yes, beliau adalah petugas kebersihan di Lawang Sewu serta pemilik anak-anak kucing ini. Usut punya usut, beliau pelihara 13 kucing ras yang disimpan di satu ruangan di Lawang Sewu. Mantap kali si bapak. Kami ngobrol beberapa saat sampai akhirnya si Bapak yang saya gak tanya namanya sama sekali menawari untuk memfotokan saya. Wah, kebahagiaan solo traveller ini mah! Saya juga ditunjukkan cara foto yang unik yaitu meletakkan handphone di lantai sehingga tangga dan arsitektur bangunan terlihat. Ah mantap kali si Bapak.

Selfie dari bawah sesuai arahan Bapak CS

Tiket masuk: IDR10.000
Guide: Tersedia guide tapi tidak tanya harga
Penitipan Barang:
Jika teman-teman berkeliling membawa tas besar dan ingin menitipkannya, teman-teman bisa titipkan di pos security pintu keluar. Caranya teman-teman beli tiket dulu dan masuk ke Lawang Sewu, jika ditanya petugas pemeriksa tiket, bilang saja mau titip tas. Jalannya muter yes lewat halaman tengah Lawang Sewu lalu ke arah pintu keluar.
Tips tambahan:
Lebih baik berkunjung pada sore hari menjelang petang. Menjelang petang lampu-lampu di setiap gedung dan bangsal akan dinyalakan sehingga menambah keeksotisan gedung tua ini bak istana! Santai aja, gak seram kok!

Lawang Sewu di malam hari



Komentar